fbOscillator | IFCM Indonesia
ID

Oscillator

Nama oscillator berasal dari kata Latin oscillo – bergoyang. Di dalam analisis teknis oscillator adalah rumusan matematika, yakni kecepatan pergerakan harga dalam waktu. Oscillator adalah indikator pendahulu. Istilah-istilah utama pada waktu penggunaan oscillator adalah zona jenuh beli dan zona jenuh jual. Dianggap bahwa pasar berada di zona jenuh beli ketika harga berada di dekat perbatasan atas dan kenaikannya berikut kurang mungkin. Harga berada di zona jenuh jual ketika kejatuhannya berikut kurang mungkin.
Efisiensi penggunaan oscillator pada waktu pasarnya satabil adalah paling tinggi, akan tetapi oscillator dipakai untuk penentuan peralihan arah tren juga.
Konsep konvergensi dan divergensi digunakan untuk mengidentifikasi titik peralihan arah tren.

  • Average True Range - ATR Indikator

    ATR Indikator digunakan selama 14 periode dengan jangka waktu harian dan lebih lama dan mencerminkan nilai-nilai volatilitas yang dalam kaitannya dengan harga instrumen trading. Nilai-nilai ATR rendah biasanya akan sesuai dengan kisaran perdagangan sementara nilai yang tinggi dapat menunjukkan breakout atau kerusakan tren.

  • Indikator Bollinger Bands - Pita Bollinger

    Indikator Bollinger Bands terdiri dari tiga rata-rata bergerak:

  • Indicador CCI - Commodity Channel Index

    Indikator Indeks Saluran Komoditas yang berosilasi di sekitar garis nol cenderung untuk tinggal dalam kisaran dari -100 ke 100. Garis nol mewakili tingkat harga yang seimbang rata. Semakin tinggi indikator lonjakan di atas garis nol, semakin dinilai terlalu tinggi keamanannya. Kemudian indikator CCI terjun ke area negatif yang lebih potensial untuk pertumbuhan harga yang memungkinkan.

  • Indikator DeMarker – Indikator DeM

    Indikator DeMarker berfluktuasi dengan kisaran antara 0 sampai 1 dan merupakan indikasi dari volatilitas yang lebih rendah dan penurunan harga mungkin terjadi ketika membaca 0,7 dan lebih tinggi, dan sinyal kenaikan harga mungkin terjadi ketika membaca di bawah 0,3.

  • Indikator Envelopes - Rata-rata Amplop Bergerak

    Indikator Envelopes terdiri dari dua SMA yang bersama-sama membentuk kanal fleksibel di mana harga terlibat. Rata-rata diplotkan di sekitar Rata-Rata Bergerak dalam jarak persentase konstan yang dapat diubah berdasarkan volatilitas pasar saat ini. Tiap garis berlaku sebagai marjin dari kisaran fluktuasi harga.

  • Indikator Force Index

    Indeks Tekanan memungkinkan untuk mengidentifkasi penguat dari tren skala waktu yang berbeda:

  • Indikator Ichimoku - Ichimoku Kinko Hyo

    Indikator Ichimoku terdiri dari lima garis yang semuanya dapat berlaku sebagai garis dukungan atau resistensi yang fleksibel, yang dapat bersilangan serta diasumsikan sebagai sinyal tambahan:

  • Indikator MACD

    Indikator terdiri dari dua baris, yakni kurva MACD (berwarna biru) dan garis sinyal (berwarna merah), dan histogram yang menunjukkan perbedaan antara mereka. Indikator berfluktuasi di sekitar nol dan tidak terbatas pada batas atas atau bawah.

  • Momentum Indikator - Momentum Oscillator

    Indikator ini diwakili oleh garis yang berosilasi sekitar 100. Menjadikan osilator, momentum harus digunakan dalam harga trend analysis.

  • Indeks Vigor Relatif – Indikator RVI

    Indeks Vigor Relatif memungkinkan untuk mengidentifikasi penguatan perubahan harga (dan karena itu dapat digunakan dalam analisis pola konvergensi / divergensi):

  • Indikator RSI - Indeks Kekuatan Relatif

    Indeks Kekuatan Relatif memungkinkan untuk mengidentifikasi kemungkinan area overbought dan oversold, tetapi harus dipertimbangkan dalam analisis tren:

  • Stokastik - Indikator Stochastic

    Indikator Stochastic memungkinkan untuk mengidentifikasi area overbought and oversold yang memungkinkan, tapi harus dipertimbangkan dalam analisis tren:

  • Indikator William Percent Range

    Tujuan utama dari Rentang Persen Williams adalah untuk mengidentifikasi kemungkinan area overbought dan oversold, namun indikator ini harus dipertimbangkan dalam analisis trend: